Sabtu, 26 Juli 2014

Pengakuan Seorang Kakek Menjelang Ajalnya Tiba



Ada sepasang kakek nenek yang udah tua-renta, hingga pada suatu saat sang kakek memanggil si nenek dan berkata:
"Nek, kakek merasa ajalku udah semakin dekat, aku mau menceritakan rahasia yang selama ini kakek pendam."
"Rahasia apa kek.?" Si nenek penasaran sembari mendekat
"Tapi kamu tapi jangan marah ya! Sebenarnya dulu aku pernah selingkuh sewaktu kerja di kota." Ujar si kakek lirih.
"Haah.? Apa yang tadi kamu bilang? Selingkuh? Berapa kali kamu selingkuh, Kek.?" Si Nenek langsung naik pitam.
"Cuman 3 kali Nek.!" Sambung si Kakek dengan nada polos.
Si Nenek mengelus dada, berusaha menurunkan kadar amarahnya, diam beberapa saat, sampai akhirnya si nenek berkata: "Karena kamu sudah membuka rahasia, aku juga mau membuka sebuah rahasia yang juga pendam sampai detik ini."
"Waduuuh, memang kamu juga punya rahasia.?" Giliran si Kakek yang penasaran.
"Sewaktu kakek kerja di kota berbulan-bulan ngga pulang, aku juga mengaku suka selingkuh..." Ucap si Nenek sambil menelan ludah.



"Coba ngaku berapa kali kamu selingkuh.?" sambil berusaha berdiri dari tidurnya, dan bertolak pinggang walaupun rada oleng (mungkin karena sakit udah mukul lemari)
"Sabar, Kek.sabar, aku nggak inget karena udah banyak sekali. Tapi, tunggu dulu, aku inget setiap selingkuh aku suka nyimpen satu butir kacang ijo." Ucap si Nenek sambil pergi ke dalam kamar ngambil toples berisi kacang ijo-nya.
"Waduuuh.! Berarti selama ini kamu sudah ribuan kali selingkuh. Itu toples sampe penuh begitu.?" Si Kakek semakin nggak kebendung emosinya.
"Betul Kek, udah nggak keitung. Itu juga kacang ijo sisa, yang lainnya udah jadi bubur ijo yang kamu juga makan tiap sore di teras rumah nunggu waktunya magrib."
"Mati akuuu.!!!" Akhirnya si Kakek pun meninggal dengan kurang tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar