Sabtu, 23 Agustus 2014

Tangisan Jenasah


Renungan sediH
JENAZAH MENANGIS SAAT DIKAFANI
Malam itu di kediaman keluarga
pak Eman terjadi keribut besar. Pak
Eman dan Istrinya sedang
bertengkar karna masalah
kehidupannya yang serba pas-
pasan.''AKU SUDAH MUAK HIDUP
SEPERTI INI..!!! POKOKNYA AKU
MAU PERGI DARI RUMAH INI..
TITIK...!!!!'' bentak Istri pak Eman
dengan suara lantang.Pak Eman
hanya tertunduk tidak bisa
menjawab. Hatinya berkecamuk
antara takut dan marah pada
Istrinya. Melihat reaksi dari sikap
sang suami, si Istri pun tambah
muak dan mengemasi barang-
barangnya lalu pergi meninggalkan
rumah itu.Pak Eman masih tetap
diam memendam perasaannya.
Sedangkan Istrinya sudah pergi
menuju kota demi hidup yang
layak.Pak Eman adalah seorang
buruh tani biasa. Hidupnya
tidaklah berkekurangan walau pun
tinggal di rumah yang terbuat dari
kayu. Walau pun hidup di desa,
tapi semua kebutuhan keluarganya
mampu di cukupi.Pasangan suami
istri ini telah di karuniai seorang
anak laki-laki bernama Oman.
Usianya masih 5 tahun. Kini Pak
Eman dan Anaknya Oman tinggal di
rumah berdua tanpa adanya
bantuan dari Istri pak Eman.
Sedangkan sang Istri pergi begitu
saja tanpa adanya izin dari
seorang suami demi mendapatkan
kehidupan yang berlebih di ibu
kota jakarta akibat tergiur oleh
temannya yang sudah sukses di
ibu kota.3 tahun kemudian.Sang
istri pun sukses dengan harta
berlimpah dari hasil kerjanya
menjadi seorang model majalah.
Kehidupannya berubah drastis dari
hidup sederhana menjadi orang
yang cukup terkenal dan tinggal di
sebuah rumah mewah di lengkapi
dengan mobil pribadi dan juga
perabotan yang serba
mewah.Suatu hari pak Eman
datang dengan anaknya ke rumah
Istrinya. Tak di sangka, istrinya
bisa sesukses ini di ibu kota. Sang
anak pun tampak sangat gembira
penuh ke banggaan setelah
melihat rumah ibunya. Mereka
berdua sudah tidak sabar ingin
melihat si istri saat ini yang sudah
sangat kaya raya.''Tok.. Tok..
Tok..!!! Assallammualaikum..!!!''
sahut pak Eman sambil mengetuk
pintu rumah istrinya.Tak lama
kemudian sang Istri keluar
membukakan pintu
rumahnya.''SIAPA KALIAN...!!! MAU
APA KALIAN KESINI..!!! TIDAK
SOPAN..!!! GEMBEL KAYAK KALIAN
BISA MENGOTORI HALAMAN
RUMAHKU..!!! PERGI SANAH...!!!''
bentak sang istri sambil mengusir
pak Eman dan Anaknya.''astag
firulloh..!!! Segitu lupakah kamu
dengan kami...? Aku ini suamimu
Eman dan anakmu Oman...!!!''
jawab pak Eman dengan wajah
sedih.''Hmmm... Siapa ya..? Maaf..
aku tidak kenal kalian.. Mungkin
kalian salah orang..! Lebih baik
kalian pergi saja..!! Aku lagi
sibuk..!!'' sahut si Istri sambil
menutup pintu.DEEG..!!!Bagaikan
terpukul Godam seberat 50 kilo.
Pak Eman tak percaya ketika
Istrinya tidak mengakui dirinya
sebagai suaminya lagi. Dan saat
itu anaknya Oman hanya bisa
menangis memanggil-manggil
ibunya dari luar rumah. Lalu pak
Eman menarik tangan anaknya
untuk pergi meninggalkan rumah
itu.Sang Istri mengamati ke
pergian suami dan anaknya dari
balik jendela rumahnya dan
menarik nafas lega setelah anak
dan suaminya sudah pergi. Takut
kalau mereka datang lagi, lalu
sang istri pun buru-buru pergi ke
garasi mobil dan meninggalkan
rumahnya menuju lokasi
pemotretan.Di perjalanan.Sang
istri mengendarai mobilnya dengan
kecepatan tinggi. Antara rasa malu
dan kesal, sang Istri pun tidak
konsentrasi membawa mobil.
Sehingga dia hampir menabrak
sebuah truk di depannya dan
membanting setir ke pinggir jalan.
Namun karna panik, sang istri
tidak melihat ada 2 orang di
pinggir jalan sedang berjalan dan
akhirnya tabrakan pun terjadi.
Sang Istri buru-buru keluar dari
mobilnya untuk memastikan orang
yang di tabraknya. Dan di pinggir
jalan sudah tergeletak seorang
lelaki dengan bocah dalam kondisi
telah bersimbah darah. Dan
alangkah kagetnya si Istri setelah
sadar orang yang di tabraknya itu
adalah suami dan anaknya sendiri.
Sang anak kini tengah
menggelepar di pinggir jalan
menghadapi sakratul maut. Begitu
pula sang suami.Keduanya pun di
larikan kerumah sakit. Namun
nyawa anak dan ayah itu tidak bisa
di selamatkan karena di perjalanan
menuju rumah sakit, mereka sudah
meninggal dunia. Akhirnya kedua
jenazah itu pun di autopsi. Setelah
itu, kedua jenazah di kirim
kerumah duka sesuai alamat yang
tertera di KTP milik pak Eman.
Sang istri pun di minta untuk pergi
mengantarkan kedua jenazah itu
kerumah duka untuk
menyelesaikan masalah ini dengan
keluarga si korban.Sesampainya di
rumah duka.Kedua jenazah pun di
mandikan. Pihak kepolisian
kebingungan karna tidak ada
keluarga si korban di rumah duka.
Di saat ke bingungan, pihak polisi
bertanya pada sang Istri, apakah
dia mengenali korban atau tidak.
Tapi sang istri menjawab dengan
kata TIDAK.Saat itulah sebuah
kejadian aneh terjadi. jenazah sang
anak langsung mengeluarkan air
mata dan tidak berhenti-henti.
Para pelayat yang memandikan
jenazah sang anak itu pun kaget
dan berusaha berulang kali
mengusap air mata sang anak
yang masih saja terus mengalir.
Hingga akhirnya proses
memandikan jenazah selesai.
Jenazah sang anak masih saja
mengeluarkan air mata. Kini kedua
jenazah pun siap untuk di kafani.
Pihak polisi pun mencoba
menanyakan pada beberapa warga.
Siapa keluarga dari korban ini. Lalu
salah satu warga menjawab.''ibu
itu.. Dia adalah keluarga dari
korban ini..! Dia adalah suami dan
ibu dari kedua korban ini..!! Jawab
salah satu warga.Sang istri
langsung berkelit.''SUMPAH..!!!
SAYA TIDAK KENAL DENGAN
MEREKA BERDUA..!! SUMPAH...!!!''K
embali para pelayat di kejutkan
dari jenazah sang anak yang
semakin mengeluarkan air mata
yang banyak. Seorang ustadz pun
menghampiri jenazah sang anak
itu lalu menyeka air matanya
dengan tangannya. Tapi air mata
sang anak masih saja terus
mengalir dan pak ustadz itu pun
kembali menyeka air mata jenazah
itu dengan tangannya.Tiba-Tiba
Jenazah pak Eman bangun...!!!Para
pelayat menjadi hysteris sambil
kocar-kacir melihat jenazah pak
Eman bangun tiba-tiba menghadap
ke arah pak Ustadz sambil
berkata.''STOP..!! MATA MERAH
KARNA IRITASI JANGAN DI
KUCEK...!!! PAKE INSTO...!!! MATA
KEMBALI SEGAR.. TANPA
IRITASI...!!!'' Ujar pak Eman sambil
memegang satu botol INSTO
kemasan kecil.Seketika para
pelayat yang kocar-kacir itu pun
langsung jungkir balik
berjama'ah.hahahaha...Serius
amat sih bacanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar